INILAH.COM, london - Chelsea turun dengan sebagian besar pemain lapis kedua saat melawan Liverpool. Hasilnya, 'The Blues' digasak 4-1. Namun, Roberto Di Matteo tak menyesali rotasi yang dilakukannya.
Chelsea tak berdaya kala bertandang ke markas Liverpool, Stadion Anfield, dalam laga lanjutan Liga primer Inggris, Rabu (9/5/2012) dinihari WIB.
Chelsea kalah telak dengan skor 4-1. Keempat gol Liverpool di laga ini lahir melalui bunuh diri Michael Essien, Jordan henderson, Daniel Agger, dan Jonjo Shelvey. Adapun, gol balasan Chelsea dicetak Ramires.
Di pertandingan itu, Chelsea turun dengan mayoritas pemain lapis kedua. Hanya John Terry dan Branislav Ivanovic pemain tim inti yang turun di laga itu.
Meski demikian, Di Matteo mengaku tak menyesal telah melakukan rotasi. Pelatih berkebangsaan Italia itu ingin menjaga stamina para pemainnya di tengah jadwal padat yang harus dijalani.
"Kami bisa sejauh ini karena kami menggunakan energi dan pemain yang kami miliki di dalam skuad. Itu adalah satu-satunya cara untuk tetap ada dalam persaingan sampai sekarang. Saya tidak menyesal," ujarnya seperti dilansir oleh BBC.
"Kami menjalani pertandingan yang sangat intens dan agar siap untuk semua itu adalah sebuah tuntutan yang besar. Saya pikir pemain yang lebih segar akan memberi kami kesempatan yang lebih baik."
"Kami masih punya pertandingan di hari Minggu dan kami ingin mengakhiri laga terkahir kami dengan baik dan menghadapi final Liga Champions dalam mood yang bagus," tuntasnya.
Kekalahan ini membuat harapan Chelsea untuk lolos ke Liga Champions musim depan kian berat. Chelsea bertengger di posisi keenam klasemen dengan 61 poin, tertinggal lima angka dari Tottenham Hotspur di posisi empat. Cara lain untuk lolos adalah dengan memenangkan final Liga Champions.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar